selamat datang di blog ARTIKEL KESEHATAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT DIARE ~ Artikel kesehatan

Jumat, 17 Juni 2016

PENATALAKSANAAN PENYAKIT DIARE


A.    DEFINISI
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair

B.     PATOFISIOLOGI
§  Meningkatnya mortilitas dan cepatnya pengosongan pada intensial merupakan akibat dari gangguan absorbs dan eksresi cairan dan elektrolit yang berlebihan.
§  Cairan, sodium, potassium dan bikarbonat berpindah dari rongga ekstraseluler kedalam tinja, sehingga, mengakibatkan dehidrasi kekurangan alektrolit, dan dapat terjadi asidosis metabolik. (sumber: sodiki,2011).
Diare yang terjadi merupakan proses dari :
§  Transport aktif akibat rangsangan toksin bakteri terhadap elektrolit kedalam usus halus. Sel dalam mukosa intestinal mengalami iritasi dan meningkatnya sekresi cairandan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel mukosa intestinal sehingga menurunkan area permukaan intestinal, perubahan kapasitas intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit.
§  Peradangan akan menurunkan kemampuan intestinal untuk mengabsorsi cairan eletrolit dan bahan-bahan makanan. Ini terjadi pada sindrom malabsorsi.
§  Meningkatnhya mortilitas intestinal dapat mengakibatkan gangguan absorbs intestinal

C.     KOMPLIKASI
§  Dehidrasi
§  Hipokalemi
§  Hipokalsemi
§  Cardiac dysrhythmias akibat hipokalemi dan hipokalsemi
§  Hiponatremi
§  Syok hipovolemik
§  Asidosis

D.    ETIOLOGI
Factor infeksi :
§  Bakteri : enteropathogenic Escherichia coli, salmonella, shigella, yersina  enterocolitica
§  Virus : enterovirus-echoviruses, adenovirus, human retrovius seperti agent, rota virus.
§  Jamur : candida enteritis
§  Parasit : giardia clambia,cryptosporidium
§  Protozoa
            Bukan factor infeksi :
§  Alergi makanan : susu, protein
§  Ganggaun metabolik atau malabsorsi : penyakit celiac, cystic fibrosis pada pancreas
§  Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan
§  Obat-obatan : antibiotic
§  Penyakit usus : colitis ulcerative, crohn disease, enterocolitis
§  Emosional atau stress
§  Obstruksi usus
Penyakit infeksi : otitis media, infeksi saluran nafas atas, infeksi saluran kemih
E.     MANIFESTASI KLINIS
§  Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair dan encer
§  Terdapat danda dan gejala dehidrasi : turgor kulit jelek (elastisitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membrane mukosa kering
§  Keram abdominal
§  Demam
§  Mual dan muntah
§  Anorexia
§  Lemah
§  Pucat
§  Perubahan tanda- tanda vital : nadi dan pernapasan cepat
§  Menurun atau tidak peengeluaran urine
(sumber : sodikin,20011)

F.      PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
§  Riwayat alergi pada obat-obatan dan makanan
§  Kultur tinja
§  Pemeriksaan elektrolit : BUN, creatinine, dan glukosa
§  Pemeriksaan tinja : pH,lekosit, glukosa, dan adanya darah
(sumber:sodikin,2011)

G.    PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK
§  Penanganan focus pada penyebab
§  Pemberian caira dan elektrolit : oral ( seperti: pedialyte atau oralit) atau terapi parenteral
§  Pada bayi pemberian asi diteruskan jika penyebab bukan dari asi
(sumber : sodikin,2011)

H.    PENATALAKSAAN PERAWATAN
Pengkajian
§  Kaji riwayat diare
§  Kaji status hidrasi : ubun-ubun, torgur kulit, mata, membrane mukosa mulut
§  Kaji tinja : jumlah, warna, bau, konsistensi, dan waktu buang air besar
§  Kaji intake dan output (pemasukan dan pengeluaran)
§  Kaji berat badan
§  Kaji tingkat aktivitas anak
§  Kaji tanda-tanda vital

I.       DIAGNOSA KEPERAWATAN
§  Kurangnya volume cairan berhubungan dengan seringnya buang air besar dan cencer
§  Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan seringnya buang air besar
§  Resiko infeksi pada orang berhubungan dengan terinfeksi kuman diare atau kurangnya pengetahuan tentang pencegahan penyebaran penyakit
§  Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya intake (pemasukan) dan menurunya absorbs makanan dan cairan
§  Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan anak
§  Cemas dan takut pada anak/orang tua berhubungan dengan hosptalisasi dan kondisi sakit.

DAFTAR PUSTAKA
              Muttaqin, Arif. 2011. Gangguan Gastrointestinal. Jakarta:Salemba Medika

              Suratun  dan Lusianah (2010). Keperawatan Klien Gngguan Sistem Gastrointersinal. Trans Info Media, Jakrta. EGC
Share:

1 komentar:

Toad Jumping Up and Down
Diberdayakan oleh Blogger.