selamat datang di blog ARTIKEL KESEHATAN POLIP HIDUNG ~ Artikel kesehatan

Jumat, 17 Juni 2016

POLIP HIDUNG

            Polip hidung ialah massa yang lunak, berwujud putih atau kebiruan yang terdapat didalam rongga hidung. Polip berasal dari pembengkakan mukosa hidung yang berisi banyak cairan intraseluler, dan kemudian terdorong kedalam rongga hidung oleh gaya barat.
            Polip dapat timbul dari tiap bagian mukosa hidung atau sinus paranasal, dan sering kali bilateral. Paling sering polip hidung berasal dari sinus etmoid, dan biasanya multiple. Polip hidung yang berasal dari sinus maksila dapat keluar melalui ostium sinus maksila, termasuk kerongga hidung, dan membesar di koana dan nasofaring. Polip ini disebut polip koanal (polip atrokoanal)
§  Etiologi
Polip hidung biasanya terbentuk sebagai akibat reaksi hipersensitifitas atau reaksi alergi pada mukosa hidung. Peranan infeksi pada pembentukan polip hidung belum diketahui dengan pasti, tetapi tidak ada keragu-raguan bahwa infeksi didalam hidung atau sinus paranasal sering kali ditemukan bersama dengan adanya polip. Polip biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan jarang terjadi pada anak. Pada anak, polip mungkin merupakan gejala dari kistik fibrosis

§  Pathogenesis
Pada tingkat permulaan ditemukan edema mukosa yang kebanyakan ditemukan didaerah meatus medius. Kemudian stroma akan terisi oleh cairan interseluler, sehingga mukosa yang sembab menjadi polipoid. Bila proses terus berlanjut, mukosa yang sembab makin membesar dan kemungkinan akan turun kedalam rongga hidung sambil membentuk tangkai  sehingga membentuk polip

§  Patologi
Secara mikroskopik polip terlihat sebagai massa yang lunak berwarna putih atau kebiruan.
Secara mikroskopik tampak sub mukosa hipertrofi dan sembab. Sel tidak bertambah banyak, dan terutama terdiri dari sel eosinofil, limfosit dan sel plasma, sedangkan letaknya berjauhan dipisahkan oleh cairan interseluler. Pembulu darah, saraf dan kelenjar sangat sedikit. Polip ini dilapisi oleh epitel torak berlapis semu.

§  Gejala klinik
Gejala pratama yang ditimbulkan oleh polip hidung adalah rasa sumbatan dihidung. Pada sumbatan yang hebat dapat menyebabkan gejala hiposmia atau anosmia. Bila polip ini menyumbat ostium sinus pranasal, maka sebagai komplikasinya akan terjadi sinusitis dengan keluhan nyeri kepala dan rirone. Bila sebagai penyebabnya adalah alergi, maka gejala yang utama ialah bersin dan iritasi hidung.
Pada rinoskopi anterior polip hidung sering kali harus dibedakan dari konka hidung yang menyerupai polip.

§  Terapi
Dilakukan ekstraksi polip (polipektomi) dengan mempergunakan sinar polip. Selain itu, bila sudah terdapat sinusitis, perlu dilakukan drainase sinus. Polip hidung sering tumbuh kembali. Oleh karena itu pada pengobatan perlu pula ditunjunkan pada penyebabnya, missal alergi.
Bila polip hidung berasal dari sinus etmoid, maka perlu dilakukan etmoideing dittomi intranasal dan ekstranasal.

DAFTAR PUSTAKA
 Syaifudin, Drs. H, AMK. Anatomi Tubuh Manusia. Salemba Medika ; Jakarta Telinga Hidung Tenggorok. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1990. Balai penerbit Fak. Kedokteran Universitas Indonesia
           
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Toad Jumping Up and Down
Diberdayakan oleh Blogger.